HALLO INDONESIA NEWS, SIAK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak menyalurkan dana zakat produktif sebesar Rp3,95 miliar sepanjang tahun 2025 dengan target mendorong mustahik naik kelas hingga mampu menjadi muzakki.
Penyaluran zakat tersebut difokuskan pada program usaha produktif bidang pendayagunaan dan ekonomi, yang telah menjangkau 620 penerima manfaat di berbagai kecamatan di Kabupaten Siak. Program ini dirancang tidak sekadar memberikan bantuan dana, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan.

Komitmen menjadikan zakat sebagai instrumen penggerak ekonomi rakyat ditegaskan dalam kegiatan Pelatihan Wirausaha Naik Kelas Micropreneur Mandiri, termasuk program Z-Mart dan Z-Auto, yang diresmikan Wakil Bupati Siak, Syamsurizal. Di Gedung Tengku Mahratu, Rabu 17 Desember 2025.
Sebanyak 115 mustahik mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas usaha mikro agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menegaskan bahwa pengelolaan zakat oleh Baznas harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mendorong perubahan status ekonomi penerima.
“Zakat yang disalurkan ini jangan disia-siakan. Harapannya, mustahik yang menerima bantuan hari ini, ke depan bisa naik kelas dan bahkan menjadi muzakki,” ujar Syamsurizal.
Ketua Baznas Kabupaten Siak, Samparis Bin Tatan, menyampaikan bahwa total dana Rp3,95 miliar tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkab Siak bersama Baznas dalam membangkitkan ekonomi masyarakat melalui zakat produktif.
“Bantuan ini bukan hanya soal dana, tetapi amanah. Jika dikelola dengan sungguh-sungguh, zakat bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan dan menciptakan kemandirian,” tegas Samparis.
Pada kesempatan itu, BAZNAS juga menyerahkan bantuan secara simbolis Program Siak Sejahtera Micropreneur Mandiri kepada 110 mustahik senilai Rp462 juta, Z-Mart untuk 4 mustahik sebesar Rp42 juta, serta Z-Auto untuk 5 mustahik senilai Rp55 juta.
Melalui program zakat produktif ini, BAZNAS Siak menargetkan terciptanya siklus ekonomi berkelanjutan, di mana mustahik tidak hanya terbantu, tetapi mampu tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri dan berkontribusi kembali sebagai muzakki di masa mendatang.








