Menu

Mode Gelap
Perkuat Manajemen Talenta ASN, Wabup Syamsurizal: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi Tekankan Penguatan Ekonomi, Bupati Siak Minta Kampung Inovatif Jadi Motor Pertumbuhan Pembangunan Jembatan Garuda di Batu Bosa Terus Berjalan, TNI dan Masyarakat Bersinergi Komplotan Pencuri Dinamo Dibongkar Polsek Tualang, Satu Diringkus, 1 DPO Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal Bupati Siak Afni Z Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis

News

Bupati Siak Upayakan Cari Solusi Irigasi Bungaraya Meski Bukan Kewenangan Daerah

badge-check


					Bupati Siak Upayakan Cari Solusi Irigasi Bungaraya Meski Bukan Kewenangan Daerah Perbesar

HALLO INDONESIA, SIAK – Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tetap berupaya membantu petani di Kecamatan Bungaraya. Meskipun saluran irigasi di wilayah tersebut bukan tanggungjawab dan kewenangan Pemerintah Kabupaten.

Saluran irigasi di Kecamatan Bungaraya diketahui merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau (Paket A) dan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sumatera (BWS) Sumatera III (Paket B, C, dan D).

Kendati demikian, Bupati Afni menyatakan Pemkab Siak tetap mengupayakan agar Persawahan di Bungaraya dan Sabak Auh tetap basah, dan tidak mengandalkan tadah hujan sehingga produksi padi meningkat.

Pemkab Siak, sambung Afni, terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sumatera (BWS) Sumatera III untuk mencari solusi kekurangan air yang kerap dialami petani.

Dalam pertemuan dengan Kepala BWS Sumatera III, disepakati tawaran bantuan sumur artesis sebagai langkah jangka pendek serta rencana pembangunan long storage sebagai solusi jangka panjang.

“Tahun ini, bantuan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) terbanyak juga diterima Kabupaten Siak, yaitu 23 titik di Sabak Auh, Pusako, dan Sungai Apit, yang mulai dibangun sejak Oktober dan masih dalam proses,” beber Afni, Senin malam (1/12/2025).

Bupati Afni juga menyebutkan, tahun depan Pemkab Siak mendapat kesempatan mengusulkan sebanyak mungkin sumur artesis untuk Bungaraya guna mengantisipasi kekurangan air di saluran tersier.

Terkait penggunaan alat berat, Afni menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berasal dari warga. Secara aturan, Pemkab tidak dapat mengoperasikan alat berat di wilayah yang bukan kewenangannya karena berpotensi melanggar regulasi.

“Tapi alat berat kita selalu siaga dan pernah diturunkan, namun beberapa kali ditolak warga karena ukurannya besar dan dikhawatirkan merusak lahan sawah,” sebutnya.

Bupati Afni menegaskan bahwa Pemkab Siak tidak akan tinggal diam menghadapi kesulitan petani terkait air. Ia memastikan upaya dan kolaborasi dengan BWS Sumatera III terus dilakukan untuk menghadirkan solusi jangka pendek maupun permanen, termasuk pengaturan berbagi air dari sumber Tasik Hitam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Manajemen Talenta ASN, Wabup Syamsurizal: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

3 April 2026 - 13:41 WIB

Tekankan Penguatan Ekonomi, Bupati Siak Minta Kampung Inovatif Jadi Motor Pertumbuhan

3 April 2026 - 13:26 WIB

Pembangunan Jembatan Garuda di Batu Bosa Terus Berjalan, TNI dan Masyarakat Bersinergi

1 April 2026 - 08:30 WIB

Komplotan Pencuri Dinamo Dibongkar Polsek Tualang, Satu Diringkus, 1 DPO

1 April 2026 - 08:19 WIB

Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal

1 April 2026 - 08:02 WIB

Trending di News