Menu

Mode Gelap
Perkuat Manajemen Talenta ASN, Wabup Syamsurizal: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi Tekankan Penguatan Ekonomi, Bupati Siak Minta Kampung Inovatif Jadi Motor Pertumbuhan Pembangunan Jembatan Garuda di Batu Bosa Terus Berjalan, TNI dan Masyarakat Bersinergi Komplotan Pencuri Dinamo Dibongkar Polsek Tualang, Satu Diringkus, 1 DPO Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal Bupati Siak Afni Z Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis

News

Menteri HAM RI Kunjungi Siak, Perkuat Implementasi P5HAM di Daerah

badge-check


					Menteri HAM RI Kunjungi Siak, Perkuat Implementasi P5HAM di Daerah Perbesar

HALLO INDONESIA NEWS, SIAK – Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak dalam rangka penguatan implementasi Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia (P5HAM) di Provinsi Riau.

Kunjungan Kerja Menteri Pigai, di rangkai dalam forum Kuliah Umum bertema Penguatan Kapasitas HAM bagi masyarakat, mahasiswa, dan pelajar Kabupaten Siak, yang berlangsung di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Sabtu (13/12/2025).

Mantan aktivis HAM itu, di Kabupaten Siak disambut hangat Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Siak.

Dalam sambutannya, Bupati Afni menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri HAM di Kabupaten Siak sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan nilai-nilai HAM di daerah.

“Terima kasih dan selamat datang Bapak Menteri beserta rombongan di Kabupaten Siak. Kehadiran Bapak menjadi kesempatan berharga bagi kami, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman hak asasi manusia,” ujar Bupati Afni.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Afni juga memaparkan kondisi Kabupaten Siak terkait pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat tantangan terhadap hak mendasar seperti pendidikan warga nya.

Sejumlah jalan menuju sekolah negari seperti di Kecamatan Minas dan Kandis berada di kawasan HGU dan HTI, yang berdampak pada keterbatasan akses jalan, pendidikan, air bersih, serta layanan kesehatan.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak sepenuhnya berada dalam kewenangan pemerintah daerah, sehingga membutuhkan sinergi lintas kementerian dan lembaga agar pembangunan dan investasi tetap berjalan seiring dengan pemenuhan hak asasi manusia.

“Bukan Pemkab tidak mau bangun, tapi akses tersebut berada di atas kawasan HTI dan HGU yang memerlukan proses panjang di kementerian untuk mendapatkan hak pelepasannya,” ujar Bupati Afni.

“Ini harus kami sampaikan pak, karena hak atas tanah, air, udara bersih, pendidikan, dan kesehatan merupakan hak asasi manusia paling dasar yang harus dihadirkan oleh negara, meskipun kewenangannya tidak sepenuhnya berada di daerah,” tegas Bupati Afni.

Menanggapi hal tersebut, Menteri HAM RI Natalius Pigai ia mengapresiasi pemaparan serta upaya pemerintah Kabupaten Siak dalam memperjuangkan hak rakyat. Ia berharap seluruh program pemerintah, termasuk program Presiden, dapat dilaksanakan secara maksimal hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ibu Bupati, mudah-mudahan seluruh program, serta program Presiden dapat dijalankan secara maksimal, sehingga apa yang disampaikan hari ini dapat diwujudkan dalam program-program yang diperuntukkan bagi kepentingan rakyat,” ujar Natalius Pigai.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan membutuhkan kehadiran dunia usaha, namun harus dilaksanakan dengan prinsip right to development, right and business, serta penghormatan terhadap lingkungan dan budaya setempat. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan menempatkan warga sebagai subjek dalam setiap proses pembangunan.

“Dalam konteks ini, pembangunan itu sejatinya membutuhkan perusahaan. Tapi harus memenuhi sekitar 8 kriteria agar berbasis HAM. Kehadiran perusahaan di suatu wilayah harus memberikan manfaat, minimal angka statistik bergerak keatas. Kesejahteraan, kesehatan dan ekonomi membaik. Jadi, rakyat harus diuntungkan, negara harus diuntungkan, dan perusahaan juga harus berjalan secara terbuka dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Kegiatan kuliah umum ini diikuti sebanyak 1.500 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dan pelajar Kabupaten Siak, dan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif sebagai bagian dari penguatan kapasitas HAM di daerah.

Kunjungan kerja Menteri HAM RI ke Kabupaten Siak diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, serta berbasis hak asasi manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Manajemen Talenta ASN, Wabup Syamsurizal: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

3 April 2026 - 13:41 WIB

Tekankan Penguatan Ekonomi, Bupati Siak Minta Kampung Inovatif Jadi Motor Pertumbuhan

3 April 2026 - 13:26 WIB

Pembangunan Jembatan Garuda di Batu Bosa Terus Berjalan, TNI dan Masyarakat Bersinergi

1 April 2026 - 08:30 WIB

Komplotan Pencuri Dinamo Dibongkar Polsek Tualang, Satu Diringkus, 1 DPO

1 April 2026 - 08:19 WIB

Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal

1 April 2026 - 08:02 WIB

Trending di News